Balita Meninggal Dunia dengan kondisi Kulit Melepuh


jagadpos.id, Madiun - Seorang balita di Madiun meninggal dunia dengan kondisi kulit melepuh, kematian balita bernama Muhammad Noval Muhtarom  (4), warga RT 13/ RW 02, Desa Nglambangan, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun diduga meninggal dunia akibat kesalahan pemberiaan obat.

Kapolsek Wungu AKP Nugroho saat dikonfirmasi wartawan jagad pos membenarkan adanya peristiwa kematian balita dari laporan kepala desa yang diduga akibat kesalahan pemberian obat.

"Tadi pagi, kami mendapat laporan dari Kades Nglambangan, ada anak yang meninggal. Dugaan sementara, anak ini sakit panas, kemudian diperiksakan di Klinik Wahyu Husada, kemudian diberi obat, setelah minum obat, timbul bintik-bintik, kulitnya melepuh kecil-kecil," kata Kapolsek Wungu, AKP Nugroho, saat ditemui di rumah duka, Rabu (4/11/2019) pagi.

Karena tidak kunjung sembuh malah semakin parah, orang tua korban pun membawa Noval kembali ke klinik. Sepulang dari klinik, luka melepuh di kulit korban semakin membesar.

"Kemudian, hari Senin, korban dibawa ke RS Santa Clara. Pada Rabu pagi, sekitar pukul 04.00, korban dinyatakan sudah meninggal dunia," pungkas AKP Nugroho.

Saat dikonfirmasi wartawan jagad pos kakek korban, Samiun (57) mengkisahkan, cucunya awalnya mengalami demam. Kemudian oleh orangtuanya korban dibawa ke klinik Wahyu Husada, Desa Dimong, Kecamatan Madiun.

"Awal sakit Sabtu kemarin sakit panas, hari Minggu dibawa ke klinik pada jam lima pagi. Sampai rumah, dikasih obat, nggak ada reaksi, jam 14.00 dibawa ke klinik lagi, dikasih obat lagi, malah keluar bintik-bintik di sekitar mulut. Kemudian dibawa ke sana lagi, hari Senin dibawa ke klinik, di suruh ngamar, dari pagi jam 12.00 hingga 18.00 diinfus di sana. Tapi sakitnya semakin parah, kemudian dicabut,  dibawa ke RS Santa Clara," jelasnya.

Saat berita ini ditulis, pihak Polsek Wungu  masih menunggu Tim Inafis Polres Madiun untuk melakukan identifikasi luka pada korban. Sementara itu, orangtua korban, Heri melaporkan peristiwa tersebut ke Polres Madiun.
(s.rud/jp edit)


Reactions

Post a Comment

0 Comments