Dianggap Sebelah Mata, Daun Kelor Ternyata Tembus Pasar Dunia


jagadpos.id, NTB - Pada umumnya, daun kelor sebatas dimasak untuk dijadikan sayuran sehari-hari. Namun, belum bayak yang mengetahui jika daun kelor di daerah Bima dan Dompu, Nusa Tenggara Barat sudah menembus pasar internasional untuk berbagai produk.

Pelaku pembudidaya kelor, Nasrin menerangkan, belakangan ini budidaya pohon kelor semakin banyak diperbincangkan para peneliti dan penggiat yang sudah melihat dan merasakan kesuksesan usaha ini. Sebab, diketahui daun kelor sebatas olahan sayur, nyatanya bisa tembus Pasar Internasional.

"Daun kelor ini tidak hanya menjadi olahan untuk sayur saja, namun mempunyai nilai lebih yang diminta oleh pasar dunia" terang Nasrin.

Untuk itu, Nasrin dan rekan-rekannya saat ini sedang melakukan pembibitan kelor dari bijinya langsung, proses pembibitan ini tidak hanya dilakukan disatu tempat.

"Saat ini kami sedang melakukan pembibitan sebanyak 230 ribu pohon, tersebar di tiga lokasi, yaitu Desa Sari Kecamatan Sape, Jatibaru Kecamatan Asa Kota dan Monta" Sebut Nasrin.

Dengan jumlah bibit yang begitu banyak, pihaknya membutuhkan 230 hektar lahan. Untuk memenuhi persediaan, pihaknya juga sudah menyediakan 30 ribu bibit di Kecamatan Kilo Kabupaten Dompu. Bahkan di Mataram sudah menanam 15 ribu pohon.

"Permintaan Pasar Internasional terhadap daun kelor ini sangat tinggi, sehingga kami harus menyediakan produk sebanyak-banyaknya untuk diekspor ke berbagai negara" jelasnya.

Bibit kelor ini tidak membutuhkan waktu yang lama. Sekitar 3 bulan sudah bisa dipanen, satu pohon bisa menghasilkan 1 Kg.

"Dalam satu tahun kami bisa panen sebanyak 4 kali, tanpa mengeluarkan biaya banyak" tandasnya.

Berdasarkan hasil uji coba yang dilakukan, untuk mendapatkan bibit kelor yang baik, pihaknya mencampur biji kelor basah dengan bawang putih, lalu dibungkus selama 24 jam.

"Biji kelor yang sudah keluar bunganya, itulah yang diambil untuk bibit dan ditanam, proses menanam jangan dilakukan ketika musim hujan, karena akan membusuk akibat suhu tanah yang terlalu dingin" terangnya.

Karena daun kelor di Bima dan Dompu sudah dikenal Pasar Internasional, Narsin diminta untuk mengirim daun kelor ke Malaysia, Korea dan Brunei pada tahun 2020 sebanyak 4 kontainer.

"Bulan Januari 2020, saya diminta oleh Malaysia, Korea dan Brunei untuk mengirim daun kelor kering, masing-masing sebanyak 4 kontainer" tandas Nasrin.

Karena daun kelor ini sudah menjadi kebutuhan pasar dunia, Nasrin diundang untuk memperkenalkan budidayanya pada acara pameran di Rusia dan jerman.

"Saya diundang pada kegiatan pameran, untuk memperkenalkan daun kelor ke pasar dunia" Pungkas Nasrin. (s.end/jp edit)




Reactions

Post a Comment

0 Comments