Ratusan Warga Unjuk Rasa Agar Kades Krompol Segera Dicopot


jagadpos.id, Ngawi - Ratusan warga Desa Krompol, Kec. Bringin, Ngawi, pada Senin (06/01) mendatangi kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Ngawi. 

Sebelumnya, mereka melakukan orasi di depan kantor Kecamatan Bringin atas ketidakpuasan terhadap kepemimpinan kepala desanya.

Rombongan warga Desa Krompol yang diangkut dengan kendaraan sebanyak 4 truk ramai-ramai mendatangi kantor DPMD Ngawi. Mereka kemudian menyampaikan aspirasinya, terutama perihal gaya kepemimpinan kepala desanya, Eko Suprabowo.

Ratusan warga desa juga menggeber spanduk bertuliskan kecaman, salah satunya meminta kepala desanya untuk segera dicopot. Sebab menurut mereka, kepala desanya yang telah menjabat selama dua periode tersebut tidak pernah melakukan koordinasi dengan lembaga yang ada di desa. Selain itu warga juga menuntut transparansi penggunaan anggaran desa.

"Selama ini kades tidak pernah rembukan dengan BPD, LPMD, saat melakukan kebijakan-kebijakan. Kita tidak pernah dianggap ada," jelas Ketua BPD Desa Krompol Miyoto .

Usai melakukan orasi, selanjutnya sebanyak 10 orang warga diperkenankan masuk ditemui Kepala DPMD Ngawi Kabul Tunggul Winarno. Di ruang aula DPMD, para perwakilan warga tersebut menyampaikan unek-uneknya pada kepala DPMD Ngawi selama kurang lebih satu jam. 

Selama di dalam pertemuan tersebut, perwakilan dari warga menceritakan dugaan-dugaan penyimpangan yang telah dilakukan kepala desa. Dan selama ini warga desa telah berusaha melakukan mediasi dengan pemerintah desa, namun selalu buntu tidak mendapatkan jalan keluar. 

Terakhir, warga desa menuntut kepala desa yang telah menjabat selama dua periode tersebut untuk mundur, namun tidak juga dilakukan. Yang akhirnya warga desa berusaha menyampaikan aspirasinya ke kantor DPMD Ngawi.

Tunggul Winarno mencoba memfasilitasi antara kehendak warga dengan kepala desa. Orang nomor satu di kantor DPMD Ngawi ini berjanji akan secepatnya melakukan pertemuan mediasi tersebut setelah berkoordinasi dengan lembaga terkait.

"Kita tidak bisa grusa grusu dalam menyikapi masalah ini. Kita akan koordinasi dengan camat, inspektorat, juga ke bupati," terang Tunggul. (s.rud/jp edit)
Reactions

Post a Comment

0 Comments