Spesifikasi Rudal Baru Iran yang Diklaim Jangkau 500 KM

Hasil gambar untuk Spesifikasi Rudal Baru Iran Raad yang Diklaim Jangkau 500 KM

jagadpos.id - Iran mengklaim memiliki rudal balistik jarak pendek baru, bernama Raad-500 yang memiliki daya jangkau lebih jauh dan lebih ringan dari rudal balistik yang dimiliki sebelumnya. Rudal dengan bahan bakar padat itu diklaim memiliki keandalan dan fleksibilitas yang lebih baik dari rudal dengan bahan bakar cair.

Melansir The Drive, Raad-500 dilaporkan memiliki jangkauan 500 kilometer atau sekitar 310 mil. Daya jelajah Raad-500 itu lebih besar dua kali lipat dari rudal bahan bakar serupa yang saat ini digunakan Iran, yakni Fateh-110.

Iran sejatinya sudah memiliki rudal Zulfikar, turunan rudal Fateh-110 yang memiliki jangkauan hingga 435 mil. Akan tetapi, Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) Iran menyebut Raad-500 memiliki bobot lebih ringan dari Fateh-110 sehingga memiliki daya dorong yang lebih besar.

Dalam sebuah video, Raad-500 terlihat carbon filament, bukan logam seperti rudal pada umumnya. Penggunaan bahan itu secara otomatis membuat beban Raad-500 menjadi ringan.

Raad-500 diprediksi akan digunakan untuk manjangkau sasaran yang tidak terjangkau oleh rudal Fateh-110 atau rudal Zulfiqar. Musuh juga akan kesulitan memantau aktivitas Raad-500 karena akan ditempatkan lebih ke dalam kawasan Iran.

Mengingat kapasitas muatan, Raad-500 diklaim memiliki hulu ledak yang lebih besar dan lebih kompleks. IRGC juga mengatakan Raad-500 memiliki kemampuan manuver udara sehingga lebih akurat.

Keberadaan sensor pencitraan inframerah, rudal tersebut berpotensi digunakan untuk menembak kapal induk dan kapal perang besar. Pada tahun 2018, Iran juga telah meluncurkan varian terbaru rudal Fateh-110, yakni Fateh Mobin, yang merupakan varian anti-kapal.

Ancaman serangan rudal balistik Iran sudah menjadi ancaman bagi sejumlah negara, terutama angkatan laut Amerika Serikat yang beroperasi di Teluk Persia, Teluk Oman, dan Selat Hormuz.

Selain Iran, Korea Utara juga telah mengembangkan motor roket dengan bahan bakar padat yang dilapisi bahan carbon filament. Meski ada kesamaan, belum ada bukti bahwa Korut terlibat dalam pengembangan Raad-500.

Namun, Raad-500 secara visual memiliki kemiripan dengan rudal balistik Hwasong-10 atau BM-25 milik Korut.

Terlepas dari asal usul teknologi tersebut, Raad 500 menunjukkan dengan jelas bahwa Iran terus menginvestasikan sumber daya yang substansial ke dalam program rudal balistiknya meskipun diterpa sanksi internasional.

Dilansir dari Aljazeera, Iran telah mengembangkan industri senjata domestik yang besar dalam rangka menghadapi sanksi internasional dan embargo yang telah melarangnya mengimpor banyak senjata.

"Karena sanksi, angkatan udara Iran sepenuhnya berada di belakang kekuatan regional seperti Arab Saudi atau Turki," kata Saeid Golkar, asisten profesor di Departemen Ilmu Politik di Universitas Tennessee.

"Jadi satu-satunya cara ia bisa bertahan, sambil tetap menciptakan pencegahan di kawasan itu dan membangun kredibilitas di dalam negeri, adalah melalui program misilnya."
(jagadpos edit/P1)

Reactions

Post a Comment

0 Comments