Aktris The Invisible Man, Elisabeth Moss Pendukung Feminisme

Hasil gambar untuk Elisabeth Moss

Jagadpos.id - Aktris Elisabeth Moss kembali menunjukkan kepiawaian aktingnya lewat film The Invisible Man. Kemampuannya mendalami karakter Cecilia menjadi unsur horor sesungguhnya dalam film karya Leigh Whannell tersebut.

Kemampuan akting itu tak diperoleh dalam waktu singkat. Aktris kelahiran 24 Juli 1982 itu sudah mulai resmi masuk dunia industri perfilman Hollywood sejak 1990 lewat miniseries Lucky/Chances. Sejak saat itu, ia mulai bermain dalam sejumlah serial televisi seperti Picket Fences dan Frosty Returns.

Tak hanya itu, Elisabeth Moss juga bermain dalam film Walt Disney Picture, Escape to Witch Mountains pada 1995. Moss juga sempat menjadi pengisi suara film animasi Once Upon a Forest dan It's Spring Training, Charlie Brown!.

Moss juga sempat berperan sebagai pasien rumah sakit mental dalam film Girl, Interrupted yang juga dibintangi Winona Ryder dan Angelina Jolie pada 1999. Namanya semakin dikenal ketika membintangi serial Mad Men. Moss masuk sejumlah nominasi penghargaan internasional seperti Emmy Awards dan Golden Globe.

Namun, piala pertamanya diraih setelah membintangi serial Top of the Lake. Setelah itu, ia mulai meraih banyak piala setelah membintangi serial The Handmaid's Tale.

Sementara itu, Moss tak banyak mengungkapkan kehidupan pribadinya. Aktris yang memegang dua warga negara, Amerika dan Inggris, ini pernah menikah dengan aktor sekaligus penulis dan member Saturday Night Live, Fereydun Robert Armisen pada 2009 dan resmi bercerai pada 2011.

Elisabeth Moss dikabarkan menganut Scientology ajaran yang mengklaim memiliki prinsip dasar sama seperti agama lainnya yakni membuat masyarakat lebih baik. Bedanya, menurut penganut, Scientology punya akses terhadap teknologi canggih masa kini.

Kepercayaan Moss sempat diperbincangkan sebab membintangi The Handmaid's Tale yang mengangkat kisah seputar politik dan kepercayaan. Namun, Moss tak pernah secara eksplisit membeberkan keyakinannya kepada media.

"Saya memilih untuk lebih mengekspresikan dalam karya dan seni. Kebebasan beragama, toleransi dan pengertian tentang kebenaran dan kesetaraan terhadap semua ras, agama sangat penting bagi saya," kata Moss seperti dilansir People pada Agustus 2017.

Kendati demikian, ia menegaskan mendukung feminisme dan pendukung LGBTQ. Ia meyakini semua orang berhak untuk mencintai siapapun yang ingin dicintai dan menjadi siapapun yang diinginkan. Menurutnya, hal tersebut yang mendorongnya bermain dalam serial The Handmaid's Tale.

"Menurut saya, itu salah satu alasan utama kenapa saya menyukai acara ini. Saya tak bisa membicarakan pilihan orang lain atau pengalaman orang lain. Namun, hal itu yang saya percayai dan bisa saya sampaikan saat ini," kata Moss seperti dilansir Vanity Fair. (jagadpos edit/p1)

Reactions

Post a Comment

0 Comments