Sebagian Kota Futaba Dibuka Usai Radiasi PLTN Fukushima

Hasil gambar untuk kota Futaba

Jagadpos.id - Pemerintah Jepang akan kembali membuka bagian kota Futaba seluas 2,4 kilometer persegi pada akhir Maret mendatang, setelah ditutup karena dampak radiasi akibat kebocoran reaktor nuklir di Fukushima sembilan tahun silam.

Langkah ini adalah upaya Jepang untuk memulihkan kepercayaan masyarakat, dan memperlihatkan kesiapan mereka dalam menggelar Olimpiade Tokyo pada Agustus mendatang.

Gerbang pos pemeriksaan mulai dibuka pada Selasa (3/3) tengah malam waktu setempat.

"Saya sangat emosional karena akhirnya bagian kota kami kembali beroperasi dan menjadi satu lagi," kata Walikota Futaba Shiro Izawa, seperti dikutip Associated Press, Rabu (4/3).

"Saya berjanji, kami akan terus mendorong pemulihan dan rekonstruksi," lanjutnya.

Untuk sementara ini hanya beberapa orang saja yang mendapat izin kunjungan dan bisa masuk ke sana.

Pemerintah setempat berharap, nantinya seluruh penduduk Futaba yang sebelumnya mengungsi dapat kembali. Namun, hanya sekitar 10 persen yang memutuskan akan kembali.


Banyak penduduk yang masih khawatir akan keamanan dan bahaya radiasi. Mereka juga telah mendapatkan pekerjaan baru di sekitar tempat pengungsian, seperti di Kota Kazo, bagian utara Tokyo.

Selain itu, sektor pertanian dan perikanan juga masih sangat terpukul karena banyak konsumen yang masih ragu akan paparan radiasi dalam makanan yang dijual.

Diketahui, sebanyak 7.000 orang di wilayah Futaba, Fukushima, Jepang terpaksa dievakuasi untuk menghindari radiasi nuklir pada Maret 2011.

Gempa bumi berkekuatan 9.0 skala Richter dan tsunami yang terjadi ketika itu menghancurkan pembangkit listrik Tokyo Electric Power (TEPCO), Fukushima Dai-ichi, yang mencakup kota Okuma dan Futaba di pantai Pasifik.

Akibatnya, terjadi kebocoran reaktor nuklir dan lebih dari 160 ribu orang di sekitar situs PLTN Fukushima mengungsi.

Kejadian itu dianggap sebagai bencana nuklir kedua yang terbesar, selain kebocoran reaktor nuklir Chernobyl pada 1986 di Pripyat, Ukraina ketika masih menjadi bagian dari Uni Soviet.

Pada September 2017 Pengadilan Chiba memutuskan hanya TEPCO yang harus bertanggung jawab penuh dan membayar seluruh ganti rugi terkait kebocoran reaktor tersebut.

Pembangkit listrik nuklir di Fukushima hingga saat ini masih dalam proses penonaktifan. Pemerintah juga membangun tempat penyimpanan sementara untuk upaya dekontaminasi yang sedang berlangsung. 
(jagadpos edit/P1)

Reactions

Post a Comment

0 Comments