1 PDP Meninggal Dunia, Walikota Madiun Apresiasi Warga Terima Jenazah Dikebumikan Di Pemakaman Umum



jagadpos.id, Madiun - Seorang warga Kota Madiun dengan status Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di RSUD Dr. Soedono meninggal dunia, Rabu (29/4/2020). Pasien berinisial ANC itu sebelumnya dirawat di rumah sakit milik Pemprov Jatim tersebut karena sesak nafas. Namun, hingga saat ini swab test pasien belum diketahui hasilnya.

Meninggalnya ANC dibenarkan oleh Walikota Madiun Maidi. Orang nomor satu di Kota Madiun itu juga mengapresiasi tindakan warga Kelurahan Josenan yang mau menerima pasien untuk dikebumikan di pemakaman umum.

"Saya berterima kasih kepada warga karena tidak menolak jenazah pasien meski berstatus PDP,’’ ujarnya saat diwawancarai.

ANC merupakan pria 32 tahun yang bekerja di Yogyakarta. Sekitar 3 hari sebelum Ramadhan, dia pulang ke Kota Madiun. Namun, pada 24 April 2020 menderita sesak nafas dan dilarikan ke UGD RSUD Dr Soedono.

Menurut keterangan keluarga, pasien memiliki riwayat program diet ekstrem. Sehingga, menyebabkan asam lambung tinggi.

Walikota menuturkan, Pemkot Madiun sebenarnya telah menyediakan lahan khusus bagi pemakaman pasien suspect maupun positif Covid-19. Namun, rupanya warga Kota Madiun bisa menerima jenazah pasien. Sehingga, proses pemakamannya dilakukan di area pemakaman umum.

Meski begitu, proses pemakaman pasien PDP tersebut dijalankan sesuai dengan SOP pemakaman jenazah pasien suspect dan positif Covid-19. Petugas pengantar jenazah mengenakan APD secara lengkap. Serta, melakukan penyemprotan di sekitar area makam. Peti jenazah juga dibuat berlapis untuk menghindari penyebaran virus.

Lebih lanjut, walikota mengatakan, tindakan antisipasi juga diambil oleh Pemkot Madiun. Sebelum hasil swab test keluar, pemkot telah mengkarantina keluarga ANC. Rumah pasien juga sudah disemprot dengan desinfektan. Rencananya, Kamis (30/4) petugas kesehatan akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut kepada keluarga pasien.

"Tidak perlu menunggu hasil. Besok semua akan dites dan saat ini sudah isolasi mandiri. Tidak boleh keluar rumah,’’ tegasnya.

Walikota Madiun Maidi menghimbau kepada masyarakat untuk senantiasa menaati aturan yang telah ditetapkan pemerintah. Yakni, tentang physical distancing dan social distancing. Serta, selalu berperilaku hidup bersih dan sehat. Serta, mencuci tangan dengan sabun dan mengenakan masker saat keluar rumah.

"Kalau ada yang kesulitan makan, kami juga sudah siapkan Posko Sembako. Warga Kota Madiun tidak boleh ada yang kelaparan,’’ tandasnya. (s.rud)

Reactions

Post a Comment

0 Comments