Di Tengah Pademik Covid-19, ASN Ngawi Kerja Dari Rumah


jagadpos.id, Ngawi - Pencegahan penyebaran Covid 19 perlu terus dilakukan oleh seluruh masyarakat tanpa terkecuali, termasuk ASN. Namun demikian diharapkan upaya pencegahan penyebaran dan penularan Covid-19 oleh ASN dilakukan dengan tanpa mengurangi kinerja dan produktivitasnya.

Sumarsono, Kepala Badan kepegawaian, pendidikan dan pelatihan Kabupaten Ngawi mengatakan, bahwa mendasar SE Menpan RB no 34 tahun 2020 tentang kebijakan WFH (work from home) untuk ASN, yang ditindak lanjuti dengan SE Bupati Ngawi, dimana WFH yang awalnya mulai tanggal 16-31 Maret 2020, diperpanjang hingga 21 April 2020. 

“Namun demikian untuk kepastiannya apakah ASN harus kembali ngantor akan dievaluasi kembali mendasar perkembangan situasi yang ada serta instruksi dari Pemerintah pusat," ujarnya, Rabu (15/4/2020).

Ditambahkannya, bahwa kebijakan WFH untuk ASN dilakukan dalam rangka untuk menghindari kerumunan yang memicu penyebaran Covid-19. WFH hendaknya tidak diartikan sebagai libur, namun demikian dengan WFH, ASN tetap harus melakukan kinerjanya, tugas dan tanggung jawabnya serta diwajibkan melaporkan kinerja yang dilakukannya tersebut melalui E-kinerja. 

Hal tersebut berlaku untuk semua ASN di lingkup Pemkab Ngawi, utamanya ASN yang berdomisili di luar Ngawi yang termasuk zona merah. Kinerja ASN yang dilakukan di rumah tersebut tetap bisa dipantau oleh atasan pada suatu OPD, melalui sistem aplikasi yang dibuat oleh Pemkab Ngawi.

Sementara ASN di samping tugas pokoknya untuk tetap melakukan kinerjanya di tengah pandemi Covid-19, masih mempunyai tugas pokok berikutnya yaitu ikut serta aktif menjadi agen sosialisasi pencegahan covid 19 di lingkungan masing-masing. 

ASN harus menjadi pelopor menjaga diri dari penyebaran Covid-19 dengan memakai masker, kebiasaan CTPS (cuci tangan pakai sabun), serta menerapkan hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.

“Selanjutnya peran ASN yang melakukan kinerjanya melalui WFH, dan sosialisasinya kepada lingkungan sekitarnya, diharapkan dapat menekan penyebaran Covid-19, utamanya di Ngawi yang sampai saat ini masih termasuk zona kuning dan tetap menjadikan Ngawi menjadi zero orang dengan positif Covid-19,” pungkasnya. (s.rud)

Reactions

Post a Comment

0 Comments