Masyarakat Desa Sidodadi Diminta Tak Panik Jika Tetangga Positif Covid-19

Kepala Desa Sidodadi, Wiyarno S,Sos saat di kantor Desa


jagadpos.id, Madiun - Pemerintah Desa Sidodadi, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, mengalokasikan anggaran sebesar Rp. 273.532.000,- untuk penanggulangan Covid-19.

Langkah yang dilakukan Pemerintah Desa Sidodadi, yakni bersama-sama dengan koordinasi dan upaya kolaroboratif di seluruh lapisan masyarakat Desa Sidodadi.

Kepala Desa Sidodadi,Wiyarno S,Sos mengatakan, masyarakat tidak perlu panik jika mengetahui ada tetangga dinyatakan positif Covid-19, "bila dilingkungan kita sudah ada yang positif, kita jangan panik, tapi segera pikirkan bagaimana caranya agar kita terhindar dari potensi penularan di lingkungan kita yang memang sudah ada pasien positif," ujar Wiyarno saat ditemui dikantornya, Rabu, (6/5/2020).

Menurut Wiyarno, yang perlu dilakukan masyarakat adalah langkah pencegahan penularan secara disiplin. Pertama, tetap rajin cuci tangan memakai sabun dan air yang mengalir. Kedua, menjaga jarak komunikasi sosial sejauh 1-2 meter.

Ketiga, saat bersin dan batuk menutupnya pakai sapu tangan. Keempat, selalu memakai masker apabila ditempat umum, "masyarakat Desa Sidodadi wajib hukumnya harus memakai masker bila ditempat umum maupun bepergian, kalau ada yang tidak memakai masker, KTP kita tarik akan kita adakan sangsi sosial," ungkapnya.

Lebih lanjut, Kepala Desa Sidodadi menambahkan, yang positif Covid-19 warganya 2 orang, yang negatif 2 orang, tadi malam Bupati Madiun ditempat kejadian perkara (TKP), "insyaAlloh dengan kejadian ini masyarakat sadar akan bahaya virus corona, saya berharap agar masyarakat tidak mengucilkan keluarganya, dan Pemerintah Desa memberikan bansos setimulan langsung empat orang diantaranya Rp 200.000,- untuk dua orang, dan Rp 250,000,- untuk dua orang," urainya.

Selanjutnya,dia mengatakan bahwa pemerintah Desa Sidodadi betul-betul bantu biologis pihak keluarga korban, "contohnya, kemarin jual padi tidak ada yang berani membelinya, akhirnya pihak Pemdes cari sulusinya dengan menjualkan, untuk pekerjaan sawah karena dia dikarantina, akhirnya saya yang mencarikan tenaga kerja," tegasnya.

Wiyarno menambahkan, sesuai musyawarah desa khusus validasi, finalisasi dan penetapan rencana anggaran biaya covid-19 antara lain:
1. Belanja mamin sosialisasi covid-19 Rp. 8.000.000.
2. Belanja mamin relawan Rp. 20.100.000.
3. Belanja banner Rp. 4.550.000.
4. Belanja disinfektan Rp. 5.482.000.
5. Pembelian masker Rp. 15.750.000.
6. Pembelian ember cuci tangan Rp. 500.000.
7. Perlengkapan tempat isolasi Rp. 3.220.000.
8. Belanja kebutuhan karantina Rp. 5.000.000.
9. Belanja bantuan kebutuhan keluarga terdampak covid-19 Rp. 4.500.000.
10. Pembelian APD (@ 1.496.000) Rp 7.480.000.
11. Pembelian tisu Rp. 1.000.000.
12. Pengadaan obat-obat P3K Rp. 1.000.000.
13. Pembelian sabun cuci tangan Rp. 360.000.
14. Intensif relawan covid-19 (3 bln) 15% dari BLT Rp. 12.990.000.
15. BLT (102 orang) Rp 183.600.000 jadi total anggaran Rp 273.532.000.

"Pengunaan anggaran penanggulangan covid-19 ini meliputi kegiatan di posko covid-19, penyiapan ruang isolasi, disinfektan, masker, termasuk anggaran pemberian bantuan langsung tunai," pungkasnya. (s.rud)
Reactions

Post a Comment

0 Comments