Kapolres Mojokerto Beserta Forkopimda Tinjau Tempat Ibadah Tangguh Kabupaten Mojokerto


jagadpos.id, Mojokerto - Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander, S.I.K.,M.H. melakukan peninjauan pada tempat-tempat ibadah yang berada diwilayah kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto.

Tujuan dari kunjungan tersebut yakni untuk melakukan peninjauan terhadap kesiapan tempat ibadah tangguh dalam masa pandemik covid-19 yang juga melanda wilayah Kabupaten Mojokerto. Dalam kunjungan tersebut Kapolres Mojokerto bersama dengan Bupati Mojokerto H.Pungkasiadi dan Dandim 0815 Mojokerto Letkol Inf.Dwi Mawan Sutanto, S.H, meninjau langsung 3 (tiga) tempat peribadatan.

Adapun tempat peribadatan tersebut yakni Masjid Jami’ Makbadul Muttaqin Mojosari, Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Mojosari dan Klenteng Hiap Thian Kion Mojosari.

Dalam sambutannya AKBP Dony salah satu upaya dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19 adalah mendirikan suatu area yang bersifat tangguh didalam mengantisipasi penyebaran Covid-19. 

“Salah satu upaya dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19 yakni dengan mendirikan suatu area yang bersifat tangguh didalam mengantisipasi penyebaran covid 19 serta mengedukasi masyarakat untuk turut serta memutus mata rantai penyebaran covid-19. Kami juga terus bersinergi antara tiga stakeholder yakni Pemerintah, TNI dan Polri untuk terus berupaya memutus penyebaran covid-19 serta terus menghimbau kepada masyarakat untuk tetap melaksanakan protokol kesehatan”, Kata Kapolres.

Selain itu dalam sambuatannya AKBP Dony juga menyampaikan bahwa dengan disiplin dan gotong royong merupakan vaksin untuk upaya memutus penyebaran covid-19. ”Disiplin merupakan vaksin dalam upaya memutus penyebaran covid-19, sehingga dengan disiplin dan gotongroyong merupakan salah satu cara dalam upaya memutus penyebaran covid-19,” tambah Kapolres.

Dalam wawancaranya juga, Kapolres Mojokerto AKBP Dony.A juga menyampaikan dengan adanya beberapa area tempat ibadah tangguh tersebut bisa menjadi ruang mode untuk tempat-tempat ibadah lain untuk tetap menerapkan protokol kesehatan dalam melaksanakan ibadah.

“Dengan adanya beberapa tempat ibadah tangguh yang diwakili oleh beberapa masjid, gereja dan klenteng  tersebut bisa menjadi ruang mode bagi tempat ibadah lain untuk tetap menerapkan protokol kesehatan yang ada dalam melaksanakan ibadah. Selain itu stakeholder terkait juga terus berupaya agar semua sektor bisa kembali dan sistem perekonomian serta sistem- sistem yang ada bisa berdiri tegak kembali,” Ungkap Kapolres.

Selain tempat ibadah tangguh juga terdapat gagasan area tangguh lainnya seperti halnya kampung tangguh, pesantren tangguh hingga Perusahaan tangguh. (fid/jp.edt) 

Reactions

Post a Comment

0 Comments